Penulis Topik: Pengendalian OPT pada tanaman Bawang merah  (Dibaca 157 kali)

ndik

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
Pengendalian OPT pada tanaman Bawang merah
« pada: Juli 18, 2019, 02:03:27 PM »
Met siang Admin......

Mohon informasi cara pengendalian OPT pada tanaman bawang merah, untuk hama ulat bawang..... dengan cara pengendalian ramah lingkungan.

roysetiawan

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 5
    • Lihat Profil
Re:Pengendalian OPT pada tanaman Bawang merah
« Jawab #1 pada: Juli 31, 2019, 08:29:16 AM »
hallo pak.

saya coba bantu jawab ya.

Ulat bawang (Spodoptera exigua) merupakan hama utama yang umum merusak tanaman bawang merah. Serangan hama ini dapat menyebabkan penurunan produksi bawang merah atau kehilangan hasil yang tidak sedikit jika tidak dilakukan upaya Pencegahan dan pengendalian . Agar pengendalian hama ulat bawang dapat dilakukan secara tepat, maka harus dikenali terlebih dahulu morfologi/bioekologi, gejala serangan, tanaman inang, dan cara pengendaliannya.

Gejala Serangan

1. Bagian tanaman yang terserang terutama daunnya, baik daun pada tanaman yang masih muda ataupun yang sudah tua.
2.   Setelah menetas dari telur, ulat muda segera melubangi bagian ujung daun lalu masuk ke dalam daun bawang, sehingga ujung daun tampak berlubang/ terpotong. Ulat akan menggerek permukaan bagian dalam daun, sedang epidermis luar ditinggalkannya.
3. Akibat serangan tersebut daun bawang terlihat menerawang tembus cahaya atau terlihat bercak-bercak putih, akhirnya daun menjadi terkulai. Awalnya ulat berkumpul. Setelah isi daun habis, ulat segera menyebar dan jika populasi besar, ulat juga memakan umbi.

Beberapa Cara pengendalian:

1. Pengendalian kultur teknis (bercocok tanam)

Pengendalian dengan cara mengelola lingkungan atau ekosistem sedemikian rupa sehingga kurang cocok bagi kehidupan dan perkembangan hama. Pengendalian kultur teknis meliputi sanitasi, pengolahan tanah, pengelolaan air, pengaturan jarak tanam, tumpangsari, rotasi tanaman, penggunaan tanaman perangkap, pengaturan waktu tanam, dan penggunaan tanaman resisten.

2. Pengendalian Mekanis

Pengendalian secara mekanis bertujuan untuk mematikan hama secara langsung, baik dengan tangan maupun bantuan alat atau bahan lain. Penanganan dengan tangan yaitu dengan mengumpulkan kelompok telur dan ulat bawang (nguler) lalu dibakar atau dimusnahkan.

3. Pengendalian Fisik

Pengendalian yang dilakukan dengan cara mengatur faktor-faktor fisik yang dapat mempengaruhi perkembangan hama dengan memberi kondisi tertentu yang menyebabkan hama sulit untuk hidup.

a. Penggunaan perangkap feromon seks.

Feromon seks adalah senyawa kimia yang dibuat secara sintetik sebagai media komunikasi antara serangga jantan dan betina yang digunakan untuk mengendalikan hama ulat bawang. Dalam 1 ha dibutuhkan 12 – 24 buah.

b. Penggunaan lampu perangkap/light trap.

Perangkap ini didesain sedemikian rupa secara sederhana dengan cara kerja menarik ngengat melalui cahaya lampu dengan waktu nyala yang efektif dan efisien jam 18.00-24.00 WIB. Dalam satu hektar dibutuhkan 25-30 unit perangkap lampu.

c. Penggunaan kelambu kasa/shading net

Penggunaan kelambu kasa akan mencegah ngengat masuk ke areal pertanaman. Kelambu kasa dibuat dari bahan khusus yang tahan cuaca dan bisa dipakai hingga 6-8 kali musim tanam.

4. Pengendalian Hayati

Memanfaatkan agens hayati yaitu dengan menggunakan virus Se-NPV (Spodoptera exigua-Nuclear polyhedrosis Virus). Virus Se-NPV adalah salah satu virus patogen yang dapat dibuat dari larva S. exigua yang telah terinveksi oleh Se-NPV yang digunakan sebagai insektisida biologis untuk pengendalian ulat bawang.

5. Pengendalian Kimiawi

Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan insektisida apabila hasil pengamatan telah mencapai atau sekurangnya :

- 1 kelompok telur/10 rumpun contoh atau 5 % daun terserang/rumpun contoh pada musim kemarau - 3 kelompok telur/10 rumpun contoh atau 10 % daun terserang/rumpun contoh pada musim penghujan. Pengendalian secara kimiawi harus dilakukan secara tepat.